Soeun dikenal di seluruh desa sebagai anak yang penuh semangat. Meskipun masih kecil, ia tidak takut air, dan matanya akan berbinar-binar seperti bintang setiap kali mendengar cerita tentang laut.
Namun, jauh di dalam hati Soeun, selalu ada rasa ingin tahu yang tak terselesaikan.
Itu karena legenda yang diceritakan oleh para tetua desa pada malam hari ketika angin laut menjadi tenang dan cahaya bulan bersinar.
"Dahulu kala, pada suatu hari yang penuh badai, sepuluh naga mencoba naik ke langit dari lautan di depan kami. Namun, satu naga terjun kembali ke laut, dan hanya sembilan naga yang mencapai langit. Itulah sebabnya desa kami dikenal sebagai Guryongpo, Pelabuhan Sembilan Naga. Setelah naga-naga itu naik dan badai mereda, pelangi yang indah membentang di langit."
Orang-orang dewasa menceritakan legenda ini seolah-olah itu adalah sesuatu yang bisa dibanggakan, tetapi bagi Soeun, itu terdengar seperti tidak lebih dari sebuah kisah misterius yang seperti mimpi.
Jadi Soeun sering bergumam pada dirinya sendiri.
'Mengapa seekor naga menyelam kembali ke laut?
Mungkinkah ada alasannya?
Lalu suatu hari, badai dahsyat mengamuk, seperti hari dalam legenda tersebut.
Guntur bergemuruh dan kilat menyambar sepanjang malam.
Keesokan paginya, hujan berhenti. Sinar matahari yang hangat mengintip dari balik awan, dan pelangi yang indah berkilauan di atas laut.
Begitu melihat pelangi itu, langkah kaki Soeun membawanya ke arah laut.
"Lautnya pasti sangat jernih sekarang!"
Dengan hati yang berdebar-debar, ia menarik napas dalam-dalam dan terjun ke laut.
Saat dia berenang di dalam air, seberkas cahaya menarik perhatiannya di antara ombak.
Saat berenang lebih dekat, Soeun melihat sesuatu yang samar-samar bersinar. Bukan kerang atau karang berwarna-warni, tapi sebuah manik-manik besar berbentuk telur.
Apa ini? Terlihat seperti batu, namun juga seperti mutiara yang sangat besar! Manik-manik besar itu berwarna kebiruan, dan ketika menyentuh ujung jarinya, energi hangat mengalir melalui dirinya.
Dengan hati-hati menempatkan manik-manik itu ke dalam jaringnya, jantung Soeun berdegup kencang.
Sambil memegang jaring dengan erat agar manik-manik itu tidak hilang, dia muncul ke permukaan.

![2. [Legenda Sembilan Naga]](/uploads/legacy-content/20251202160856_692e908890e04.jpg)
![1. [Haenyeo Soeun kecil tersenyum di tepi laut]](/uploads/legacy-content/20251202160839_692e907747221.jpg)

![3. [Keberanian Haenyeo Soeun Kecil]](/uploads/legacy-content/20251202160919_692e909f83ec7.jpg)

![4. [Gerbang Batu dan Ikan Mola-mola]](/uploads/legacy-content/20251203211341_693029758a5ce.jpg)




![5. [Jalur Bercabang dan Jalur Cahaya Bintang Herring]](/uploads/legacy-content/20251202161004_692e90cc97773.jpg)

![6. [Desa Abalon dan Rumput Laut]](/uploads/legacy-content/20251203211359_693029878ff6d.jpg)

![7. [Pusaran Air dan Bantuan Gurita]](/uploads/legacy-content/20251203211413_6930299586631.jpg)

![8. [Lagu Guryong, Soeun, dan Teman Laut di Gua Biru]](/uploads/legacy-content/20251203211425_693029a163401.jpg)


